Rabu, 24 Oktober 2012

PERATURAN DATA E COMMERCE


PERATURAN DATA E COMMERCE

Ketika memulai sebuah situs bisnis e-commerce kecil , ritel merupakan salah satu jenis bisnis yang banyak orang ramping arah. Walaupun mungkin tampak bahwa persyaratan untuk melakukan bisnis ritel online lebih mudah dibandingkan untuk toko bata-dan-mortir, penting untuk mengetahui Anda masih memiliki aturan, peraturan dan standar untuk mematuhi.
Di Amerika Serikat, Federal Trade Commission (FTC) adalah lembaga utama yang mengatur kegiatan e-commerce. Ini termasuk peraturan untuk sejumlah kegiatan e-commerce seperti email komersial, iklan online dan privasi konsumen. Organisasi lain yang e-commerce pemilik situs harus menjadi akrab dengan adalah PCI (Industri Kartu Pembayaran) Standar Keamanan Dewan. Organisasi ini menyediakan standar keamanan dan peraturan untuk penanganan dan penyimpanan data keuangan pelanggan Anda.
Beberapa peraturan penting yang akan perlu belajar tentang sebelum memulai bisnis ritel online Anda termasuk melindungi privasi konsumen, penanganan data pelanggan, pengumpulan pajak dan mematuhi peraturan periklanan online. Dalam panduan ini peraturan e-commerce kita membahas empat isu dan memberikan rincian yang setiap pemilik situs e-commerce harus tahu untuk mematuhi hukum federal di AS

Melindungi Privasi Online Nasabah yang

Privasi online adalah masalah besar karena situs e-commerce banyak mengumpulkan dan menyimpan informasi pribadi tentang pelanggan. Beberapa data pribadi Anda mungkin akan mendapatkan akan mencakup nama pelanggan, alamat, alamat email, dan mungkin kartu kredit mereka dan jenis-jenis informasi keuangan. Sebagai pemilik situs e-commerce itu adalah tanggung jawab Anda untuk memastikan hal ini informasi pribadi dilindungi, dan bahwa ketika Anda mengumpulkan data tersebut Anda mematuhi undang-undang privasi federal dan negara bagian.
Pemilik situs e-commerce harus menyediakan kebijakan privasi dan posting di website e-commerce. Kebijakan ini harus dengan jelas mengidentifikasi apa jenis informasi pribadi yang Anda akan mengumpulkan dari pengguna yang mengunjungi situs Anda, siapa Anda akan berbagi informasi yang Anda kumpulkan dengan, dan bagaimana Anda akan menggunakan dan menyimpan informasi tersebut.


Iklan online Kepatuhan

Pemilik situs e-commerce harus tahu tentang hukum yang berlaku untuk iklan online. Seperti iklan tradisional untuk batu bata-dan-mortir toko, pengecer online juga harus mematuhi peraturan ketika iklan online. FTC peraturan untuk iklan yang dirancang untuk melindungi konsumen dan untuk mencegah tindakan menipu dan tidak adil atau praktik.
Di bawah CAN-SPAM Act, hukuman berat dapat dikenakan terhadap pemasar email yang melanggar hukum - setiap email dikirim yang melanggar tindakan itu dikenakan hukuman sampai $ 16.000. Selain itu, setiap pesan email komersial Anda kirim harus menyertakan pemberitahuan bahwa pesan iklan, dan juga harus mencakup opt-out informasi dan alamat bisnis pos Anda. Untuk mematuhi hukum ini, Anda juga harus menghormati opt-out permintaan segera. Situs FTC mendefinisikan hukum yang perlu Anda ketahui tentang pemasaran email.

Cara Mengumpulkan Pajak online

Ketika Anda berbelanja di toko Anda membayar pajak pada pembelian, dan internet tidak mengubah ini - tetapi ada perbedaan.
Pernahkah Anda perhatikan bahwa beberapa situs e-commerce membebankan pajak ketika Anda melakukan pembelian secara online, sementara yang lain tidak? Alasannya adalah karena jika bisnis memiliki kehadiran fisik di negara (misalnya toko atau kantor), maka diperlukan oleh hukum untuk mengumpulkan negara bagian dan lokal pajak penjualan dari pelanggan. Namun, jika bisnis tidak memiliki "kehadiran fisik," kemudian mengumpulkan pajak atas pembelian tidak diperlukan.
Ini tanggal kembali ke keputusan 1.992 Mahkamah Agung yang mengatakan negara tidak dapat meminta mail-order bisnis, dan dengan perpanjangan, pengecer online untuk mengumpulkan pajak penjualan kecuali mereka memiliki kehadiran fisik di negara bagian.
Untuk pemilik situs e-commerce, satu hal yang Anda harus penelitian ini adalah bagaimana negara

Cara Menangani Data Pelanggan Keuangan

PCI kepatuhan adalah istilah akrab bagi banyak orang meneliti peraturan e-commerce. Sebagai pemilik situs e-commerce, salah satu standar yang akan perlu tahu tentang adalah PCI DSS standar, yang merupakan kependekan dari Industri Kartu Pembayaran (PCI) Data Security Standard (DSS). Semua organisasi, termasuk pengecer online, harus mengikuti standar ini saat menyimpan, mengolah dan mengirimkan data kartu kredit.
The PCI Standar Keamanan Dewan adalah organisasi - didirikan oleh sejumlah lembaga keuangan termasuk JCB International, MasterCard dan Visa - yang bertanggung jawab untuk pengembangan dan penerapan standar keamanan untuk perlindungan data account. Melalui Standar PCI nya Keamanan, organisasi berusaha untuk meningkatkan pembayaran rekening keamanan data.
Ada sejumlah inisiatif keamanan di standar ini, seperti menggunakan firewall antara jaringan nirkabel dan lingkungan pemegang kartu data, membuat menggunakan keamanan terbaru dan otentikasi, dan menggunakan sistem jaringan deteksi intrusi. The PCI DSS standar, per September 2009 (DSS v 1.2), terdiri dari 12 persyaratan berikut untuk praktik keamanan terbaik:

sumber:
www.ecommerce-guide.com/.../4-Ecommerce-Regulations-to-Need-t

Senin, 01 Oktober 2012

evolusi sistem informasi berbasis komputer

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

Fokus Awal Pada Data
Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP.

Fokus Baru Pada Informasi
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.

Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan
Sementara SIM terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.

Fokus Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.

Fokus Potensial Pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.


PERKEMBANGAN E-COMMERCE DI INDONESIA

E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita. E-Commerce sendiri didefinisikan sebagai ‘a series of activities that includes Electronic Data Interchange (EDI), Supply Chain Management tools, and Electronic Payment Systems&rsquo.
Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:
  • Business to business (B2B):
Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain
  • Business to consumer (B2C):
Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi
  • Consumer to consumer (C2C):
Sifatnya lelang (auction)
  • Government: G2G, G2B, G2C,
melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat
Manfaat E-Commerce :
  • Revenue stream baru
  • Market exposure, melebarkan jangkauan
  • Menurunkan biaya
  • Memperpendek waktu product cycle
  • Meningkatkan customer loyality
  • Meningkatkan value chain
Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia - yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.
Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu. Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. 

Hambatan / Tantangan E-COMMERCE
Internet Bust!
  • Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung (bubble)
  • Banyak model bisnis yang belum terbukti namun ramai-ramai diluncurkan. Akhirnya hancur dengan matinya banyak perusahaan dotcom
  • Pengalaman buruk sehingga membuat orang lebih berhati-hati
  • Peluang: membuat model bisnis baru?


Infrastruktur Telekomunikasi
  • Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal
  • Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi
  • Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru
Delivery Channel
  • Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak “tikus”
  • Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
  • Jangkauan daerah pengiriman barang
  • Peluang : pengiriman barang yang terpercaya
Kultur & Kepercayaan
  • Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog
  • Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual
  • Perlu mencari barang-barang yang tidak perlu dilihat secara fisik.
Misal : buku, kaset,dll
Kultur & Kepercayaan [2]
  • Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis
  • Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat
  • Peluang: model bisnis yang sesuai dengan kultur orang Indonesia, membuat sistem pembayaran baru, pembayaran melalui pulsa handphone
Security
  • Masalah keamanan membuat orang takut untuk melakukan transaksi
  • Persepsi merupakan masalah utama
  • Ketidak mengertian (lack of awareness) merupakan masalah selanjutnya
  • Merupakan topik tersendiri
  •  
Munculnya Kejahatan Baru
  • Penggunaan kartu kredit curian / palsu
  • Penipuan melalui SMS, kuis
  • Kurangnya perlindungan kepada konsumen
  • Hukum? Awareness?
  • Kurangnya kesadaran (awareness) akan masalah keamanan
Ketidakjelasan Hukum
  • Masih belum tuntas status dari
  • Digital signature
  • Uang digital / cybermoney
  • Status hukum dari paper-less transaction
  • [de]Regulasi
Efek terhadap kehidupan
  • Kemajuan teknologi komputer dan komunikasi seharusnya meningkatkan tingkat kualitas hidup kita. Kenyataannya…
  • Bekerja lebih panjang
  • Pekerjaan dibawa pulang: no life, single terus
  • Melebarnya jurang si kaya dan si miskin
  • Siapkah kita menghadapi tantangan yang tidak dapat kita hindari?

Lain-lain
  • Ketidaksiapan institusi finansial
  • Tidak adanya insentif dari Pemerintah
  • Masih kurangnya entrepreneur di Indonesia


sumber :  http://shadowisimmortality.blogspot.com/2010/11/pengertian-dan-evolusi-sistem-berbasis.html
http://arlanwidiantara.blogspot.com/2011/09/evolusi-sistem-informasi-berbasis.html

komputer sebagai elemen dan sistem informasi

6 dasar elemen sistem informasi

Perangkat keras

  • Hardware adalah bagian yang paling jelas dari suatu sistem informasi berbasis komputer. Hardware mengacu pada komputer itu sendiri, bersama dengan periferal setiap dan semua, termasuk server, router, monitor, printer dan perangkat penyimpanan. Sebuah CBIS dapat menggunakan satu komputer atau ribuan.

Perangkat lunak

  • Tanpa software, hardware tidak akan sangat berguna. Software, elemen kedua dari CBIS, yang memberitahu perangkat keras bagaimana berfungsi. Hal mengumpulkan, mengatur dan memanipulasi data dan melakukan petunjuk. Segala sesuatu yang Anda lakukan dengan menggunakan komputer yang dilakukan oleh perangkat lunak.

Data

  • Data, atau informasi, adalah elemen ketiga dari CBIS a. Sama seperti perangkat keras tidak bisa berfungsi tanpa software, perangkat lunak tidak dapat berfungsi tanpa data. Ini adalah bagian informasi dari suatu sistem informasi, dan apakah itu adalah data statistik, set instruksi, daftar nama-nama atau bahkan grafis dan animasi, itu semua kunci untuk CBIS.

Prosedur

  • Hal ini umumnya mengatakan bahwa "prosedur adalah untuk orang-orang apa software adalah perangkat keras." Unsur keempat CBIS, prosedur adalah aturan, deskripsi dan instruksi untuk bagaimana hal tersebut dilakukan. Di komputer berbasis sistem informasi, prosedur sering tercakup dalam manual instruksi atau pengguna yang menggambarkan bagaimana menggunakan perangkat keras, perangkat lunak dan data.

Orang-orang

  • Orang adalah bagian yang paling sering diabaikan dan paling penting dari sebuah sistem informasi berbasis komputer. Ini adalah orang-orang yang merancang dan mengoperasikan perangkat lunak, masukan data, membangun perangkat keras dan tetap berjalan, menulis prosedur dan pada akhirnya orang-orang yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu CBIS.

Komunikasi

  • Komunikasi yang tersisa dari beberapa daftar elemen CBIS, tetapi untuk CBIS yang melibatkan lebih dari satu bagian dari perangkat keras untuk fungsi, komunikasi atau konektivitas adalah sebuah kebutuhan. Hal ini, sebagian, karena bagian itu tercakup dalam hardware. Komponen yang memungkinkan satu komputer untuk berkomunikasi dengan yang lain adalah hardware dan dikendalikan oleh perangkat lunak. Jika komunikasi antara orang-orang yang termasuk dalam elemen ini, meskipun, itu merupakan elemen penting.


    Software aplikasi merupakan program yang digunakan untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu. Beberapa aplikasi disebut general purpose programs. Secara umum, general purpose programs antara lain :
    1. Pengolah kata, adalah program yang menjadikan computer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan dan mencetak dokumen berupa teks. Misalnya Wordstar, Word Prefect, MS-Word, AMI PRO dan Chi Writer.
    2. Pengolah angka, adalah program yang menjadikan computer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan dan mencetak dokumen berupa table dan grafik yang merupakan implementasi dari data yang ada. Misalnya Lotus, MS-Excel, Quattro Pro dsb.
    3. Pengolah data, adalah program yang menjadikan computer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan dan mencetak dokumen berupa informasi hasil pengolahan data. Misalnya Dbase, FoxBase dan FoxPro.
    4. Desktop Publishing, program yang menjadikan komputer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan dan mencetak dokumen yang terdiri dari gambar, border, grafik dsb.
    5. Software telekomunikasi, adalah program yang membantu membangun hubungan dalam system jaringan komputer. Dalam suatu jaringan komunikasi data antara dua jenis atau lebih prosesor diperlukan suatu jenis perangkat lunak yang disebut protokol. Contoh perangkat lunak protokol adalah TCP/IP, Ethernet, PCNet, PC BBS dll.
    6. Software grafis, adalah program yang menjadikan computer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan dan mencetak dokumen berupa presentasi dsbnya. Misalnya Power Point, Corel Draw dan Photoshop.
    7. Software multimedia, adalah program yang menjadikan computer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan dan mencetak dokumen berupa gabungan dari data, suara, gambar, video dan animasi. 



    sumber http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.ehow.com/list_7656401_six-elements-information-system.html
    http://febbyanto.blogspot.com/2009/12/komputer-sebagai-elemen-dalam-sistem.html
     

Data dan informasi

Data kata adalah bentuk jamak dari datum, netral past participle dari Latin berani, "memberi", maka "sesuatu yang diberikan". Dalam diskusi masalah dalam geometri , matematika , teknik , dan sebagainya, istilah kodrat dan data yang digunakan secara bergantian. Penggunaan tersebut adalah asal data sebagai konsep dalam ilmu komputer atau pengolahan data : data angka, kata-kata, gambar, diterima sebagai mereka berdiri.

 . Data adalah tingkat terendah abstraksi, informasi adalah tingkat berikutnya, dan akhirnya, pengetahuan adalah tingkat tertinggi di antara ketiganya. Data sendiri membawa makna. Untuk data menjadi informasi, maka harus ditafsirkan dan mengambil makna. Misalnya, ketinggian Mt. Everest umumnya dianggap sebagai "data", sebuah buku tentang Mt. Karakteristik geologi everest dapat dianggap sebagai "informasi", dan laporan yang berisi informasi praktis tentang cara terbaik untuk mencapai Mt. Puncak Everest dapat dianggap sebagai "pengetahuan".
Informasi sebagai sebuah konsep beruang keragaman makna, dari penggunaan sehari-hari untuk pengaturan teknis. Secara umum, konsep informasi berkaitan erat dengan pengertian tentang kendala,, komunikasi kontrol, data, bentuk, instruksi, yang berarti pengetahuan,, stimulus mental, pola, persepsi, dan representasi.

Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.

sumber : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Data
 

Minggu, 30 September 2012

Peranan Manajer Dalam Pengelolaan



Sebuah sistem informasi manajer bertanggung jawab atas sistem komputer dalam perusahaan, mengawasi pemasangan, memastikan kembali sistem beroperasi secara efektif, membeli hardware dan software, menyediakan infrastruktur teknologi ICT untuk organisasi, dan berkontribusi terhadap kebijakan organisasi mengenai standar kualitas dan perencanaan strategis.

Sistem informasi manajer bekerja dalam setiap ukuran organisasi dalam industri dan sektor jasa, biasanya dengan staf teknisi, programmer dan administrator database pelaporan kepada mereka.

Sistem informasi manajer menerapkan teknologi informasi dalam sebuah organisasi, mengawasi tim profesional TI. 

Peran ini meliputi perencanaan sistem informasi, instalasi, dan pemeliharaan, termasuk hardware dan upgrade software. Manajer IS dapat fokus pada isu tertentu seperti keamanan jaringan atau layanan Internet, atau mereka dapat mengkoordinasikan semua opeasi teknologi.






Sabtu, 29 September 2012

Pentingnya Manajemen Informasi Dalam Perusahaan


1. Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan
Ada 2 alasan kenapa para manajer sekarang ini, memberikan perhatian yang semakin besar terhadap manajemen informasi.
1. Pengaruh Ekonomi Internasional
2. Persaingan Dunia
3. Kompleksitas Teknologi yang Meningkat
4. Batas waktu yang Singkat
5. Kendala kendala Sosial
1.2 Kemampuan komputer yang semakin baik

Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah
organisasi (Alter,1992), Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik (Turban,Mc clean, dan Wetherbhe 1999). Istilah sitem informasi juga sering dikacaukan dengan sistem informasi manajemen (SIM). Kedua hal ini sebenarnya tidak sama. SIM merupakan salah satu jenis sistem informasi.
Sistem informasi sebagai sebuah sistem memiliki elemen-elemen :
o Perangkat keras (hardware)
o Perangkat lunak (software)
o Prosedur
o Orang
o Basisdata
o Jaringan komputer dan komunikasi data

Klasifikasi Sistem Informasi
Pada prakteknya, berbagai peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang (cross-functional) sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi, lebih jelasnya diperlihatkan pada gambar 1 berikut.



http://grace.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2010/12/untitled1-300x189.jpg





Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni, memproses transaksi, menyimpan data,accounting dan aplikasi proses data elektronik (electronic data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision support systems (DSS). Peranan baru ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses pengambilan keputusan mereka.
Memasuki tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsep executive information systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atau expert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi.